Monday, November 9, 2015

Bogor Leisure Spot - Tradisiku



Batik Tradisiku merupakan salah satu tempat belanja batik khas Bogor. Tradisiku ini sudah berdiri sejak 13 Januari tahun 2008. Pemilik dari Tradisiku ini bernama Bapak Siswaya. Bapak Siswaya ini merupakan orang asli Jogja. Tradisiku ini tidak hanyak menjual batik namun juga menawarkan bagaimana cara membatik.

Saat saya berkunjung ke butik beliau, pak siswaya sedang tidak ada ditempat karena ia sedang pergi untuk melayat orang meninggal. Oleh karena itu, saya melakukan wawancara mengenai Tradisiku bersama dengan kasir dari Tradisiku yaitu Mba Vidya.

Mba Vidya Kasir dari Tradisiku


Mba Vidya merupakan seorang kasir yang telah bekerja beberapa bulan di Batik Tradisiku ini. Namun, ternyata Mba Vidya ini mengetahui banyak hal tentang Batik Tradisiku ini. Job desc dari mba vidya selama bekerja di Tradisiku adalah melayani pembeli yang ingin membeli kain, baju, atau ingin menjahit baju disini yang dimulai dari skala kecil maupun skala besar.

Saya menanyakan kepada Mba Vidya apakah latar belakang Pak Siswaya dalam mendirikan Tradisiku ini. Lalu, mba vidya menceritakan bahwa pada tahun 2006 terjadi gempa besar di Jogja dan terjadi banyak kerugian yang dialami oleh para pengrajin Batik disana. Oleh karena itu, pak siswaya mempunyai keinginan untuk membantu batik jogja dan diboyonglah batik tersebut di Tradisiku.

Salah satu bagian dari Tradisiku


Tradisiku mempunyai jam operasional pukul 08.00 – 16.30. Saat saya berkunjung ke Tradisiku disana sangat terasa sekali dengan suasana rumah dan juga terdapat musik angklung yang terkesan kita sedang berada di daerah Jawa. Tradisiku mempunyai lokasi di Jl. Jalak No 2 Tanah Sarael, Kota Bogor. Harga batik yang dijual disana juga mempunyai range Rp 100000- 450000 ,-. Tradisiku ini juga sudah melakukan berbagai promosi baik melalui mengikuti event- event seperti inacraft dan juga Instagram dengan nama @bogortradisiku. Saat saya mewawancari pihak Tradisiku mengenai competition pun mereka menjawab bahwa memang terdapat banyak usaha sejenis yang menjual batik. Namun, mereka tetap optimis karena mereka merupakan tempat pertama yang menjual Batik Bogor. Kapasitas pengunjung dari Tradisiku menurut Mba Vidya juga tergantung dan kadang juga suka terdapat rombongan yang datang kesana,  contohnya : kunjungan dari Angkatan Udara dan juga Mojang Jajakan Kota Bogor.

Saat saya mewawancarai konsumen yang datang ke Tradisiku yaitu Ibu Yuni, ia merasa nyaman dan memang sudah sering datang ke Tradisiku karena ia merasa senang dengan suasana yang diberikan oleh Tradisiku. Ibu Yuni merasa bahwa Tradisiku memberikan suasana homie sehingga saat ia berkunjung kesana ia merasa saat sedang bertamu. Ibu Yuni juga sangat senang datang ke Tradisiku karena,  sebagai warga Bogor ia merasa bangga karena disini menjual Batik Khas Bogor seperti Kujang, Kijang, dan Teratai. Biasanya, Ibu Yuni juga datang kesini untuk membeli batik untuk dijadikan sebagai Souvenir sekaligus untuk mem- promosikan Bogor.

Ibu Yuni (konsumen dari Tradisiku)



Namun, Ibu Yuni juga merasa bahwa Tradisiku ini mempunyai kekurangan karena tidak berada di jalan protokol (utama). Sehingga, ia mengharapkan agar Tradisiku untuk berada di jalan utama agar semakin banyak orang yang berkujung kesana.





(Foto halaman belakang Tradisiku yang digunakan untuk membuat batik)

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2014 ANISAYUNI