Bogor Leisure Spot - Tradisiku
Batik Tradisiku merupakan salah satu tempat belanja
batik khas Bogor. Tradisiku ini sudah berdiri sejak 13 Januari tahun 2008.
Pemilik dari Tradisiku ini bernama Bapak Siswaya. Bapak Siswaya ini merupakan
orang asli Jogja. Tradisiku ini tidak hanyak menjual batik namun juga
menawarkan bagaimana cara membatik.
Saat saya berkunjung ke butik beliau, pak siswaya
sedang tidak ada ditempat karena ia sedang pergi untuk melayat orang meninggal.
Oleh karena itu, saya melakukan wawancara mengenai Tradisiku bersama dengan
kasir dari Tradisiku yaitu Mba Vidya.
Mba Vidya Kasir dari Tradisiku
Mba Vidya merupakan seorang kasir yang
telah bekerja beberapa bulan di Batik Tradisiku ini. Namun, ternyata Mba Vidya
ini mengetahui banyak hal tentang Batik Tradisiku ini. Job desc dari mba vidya
selama bekerja di Tradisiku adalah melayani pembeli yang ingin membeli kain,
baju, atau ingin menjahit baju disini yang dimulai dari skala kecil maupun
skala besar.
Saya menanyakan kepada Mba Vidya apakah
latar belakang Pak Siswaya dalam mendirikan Tradisiku ini. Lalu, mba vidya
menceritakan bahwa pada tahun 2006 terjadi gempa besar di Jogja dan terjadi
banyak kerugian yang dialami oleh para pengrajin Batik disana. Oleh karena itu,
pak siswaya mempunyai keinginan untuk membantu batik jogja dan diboyonglah
batik tersebut di Tradisiku.
Salah satu bagian dari Tradisiku
Tradisiku mempunyai jam operasional
pukul 08.00 – 16.30. Saat saya berkunjung ke Tradisiku disana sangat terasa
sekali dengan suasana rumah dan juga terdapat musik angklung yang terkesan kita
sedang berada di daerah Jawa. Tradisiku mempunyai lokasi di Jl. Jalak No 2
Tanah Sarael, Kota Bogor. Harga batik yang dijual disana juga mempunyai range Rp
100000- 450000 ,-. Tradisiku ini juga sudah melakukan berbagai promosi baik
melalui mengikuti event- event seperti inacraft dan juga Instagram dengan nama
@bogortradisiku. Saat saya mewawancari pihak Tradisiku mengenai competition pun
mereka menjawab bahwa memang terdapat banyak usaha sejenis yang menjual batik.
Namun, mereka tetap optimis karena mereka merupakan tempat pertama yang menjual
Batik Bogor. Kapasitas pengunjung dari Tradisiku menurut Mba Vidya juga
tergantung dan kadang juga suka terdapat rombongan yang datang kesana, contohnya : kunjungan dari Angkatan Udara dan
juga Mojang Jajakan Kota Bogor.
Saat saya mewawancarai konsumen yang
datang ke Tradisiku yaitu Ibu Yuni, ia merasa nyaman dan memang sudah sering
datang ke Tradisiku karena ia merasa senang dengan suasana yang diberikan oleh
Tradisiku. Ibu Yuni merasa bahwa Tradisiku memberikan suasana homie sehingga
saat ia berkunjung kesana ia merasa saat sedang bertamu. Ibu Yuni juga sangat
senang datang ke Tradisiku karena,
sebagai warga Bogor ia merasa bangga karena disini menjual Batik Khas
Bogor seperti Kujang, Kijang, dan Teratai. Biasanya, Ibu Yuni juga datang
kesini untuk membeli batik untuk dijadikan sebagai Souvenir sekaligus untuk
mem- promosikan Bogor.
Ibu Yuni (konsumen dari Tradisiku)
Namun, Ibu Yuni juga merasa bahwa Tradisiku
ini mempunyai kekurangan karena tidak berada di jalan protokol (utama).
Sehingga, ia mengharapkan agar Tradisiku untuk berada di jalan utama agar
semakin banyak orang yang berkujung kesana.
(Foto halaman belakang Tradisiku yang digunakan untuk membuat batik)


0 comments:
Post a Comment