Monday, November 9, 2015

Bogor Leisure Spot - Es Sekoteng Bogor Permai



Es Sekoteng Bogor Permai merupakan salah satu jajanan pinggiran daerah Bogor Permai yang sangat terkenal di kalangan masyarakat Bogor maupun luar Bogor. Es Sekoteng ini sudah berdiri sejak tahun 1996 dengan nama owner Bapak Cecep dan juga Bapak Kemal. Jam operasional dari Es Sekoteng ini dimulai dari pukul 09.00 – 17.00. Harga Es Sekoteng disini adalah Rp 14.000,-. Tidak hanya menjual Es Sekoteng disini dijual juga Siomay yang diberi harga Rp 22.000,-.

Es Sekoteng ini mempunyai suasana tempat yang rindang dan juga ramai. Terkang suka terdapat pengamen yang datang untuk sekedar mengibur dan meminta uang dari konsumen yang datang.

Saat saya datang ke Es Sekoteng di Bogor Permai saya melakukan wawancara dengan Ibu Nani yang merupakan istri dari owner Es Sekoteng Bogor Permai. Beliau menceritakan kepada saya bagaimana senangnya beliau melihat kesuksesan dari Es Sekoteng ini karena dulu Es Sekoteng pertama kali berdagang di depan Toge Goreng dimulai dari berjualan dengan meja hingga sampai saat ini ia telah memiliki tempat sendiri untuk berjualan.

Ibu Nani Isteri dari Owner Es Sekoteng


Target utama dari Es Sekoteng ini adalah pendatang dari luar Bogor dan banyak juga turis luar yang makan di Bogor Permai ini. Dalam bidang promosi Es Sekoteng ini hanya melakukan promosi melalui word of mouth ( mulut ke mulut) dan biasanya juga menurut Ibu Nani, justru orang- orang yang datang kesini untuk meliput Es Sekoteng ini, dan Es Sekoteng ini juga suka mengikuti bazaar- bazaar meskipun hasil penjualannya tidak sebanyak di Bogor Permai ini. Es Sekoteng ini juga meneriman pesan antar terutama untuk pemesanan dalam jumlah yang banyak seperti mungkin acara hajatan.

Es Sekoteng Bogor Permai ini sangat banyak sekali di datangi pengunjung dan untuk weekend biasanya Es Sekoteng ini terjual hingga 1000 porsi.  Dengan mengantisipasi banyaknya pengunjung yang datang biasanya sang owner mempekerjakan banyak pelayan seperti 9 orang agar dapat mengatasi banyaknya konsumen.

Saya juga mewawancarai konsumen yang datang ke Es Sekoteng ini dan menurut mereka Es Sekoteng ini sangat menjadi daya tarik tersendiri dan tujuan mereka datang karena mereka memang ngidam atau sedang ingin makan Es Sekoteng. Menurut konsumen service yang diberikan sudah baik seperti cepat dan juga rasa dari Es Sekoteng sendiri pun tidak pernah berubah. Namun, konsumen terkadang masih merasakan ketidak nyamanan makan di Bogor Permai ini karena banyak pengamen yang datang sehingga membuat konsumen agak terganggu.

Konsumen dari Es Sekoteng




Bogor Leisure Spot - Time Hit Coffee





Time Hit Coffee adalah salah satu café yang berada di Bogor dan beralamat di Jl. Salak, Kota Bogor. Time Hit Coffee ini sudah berdiri selama 1 tahun 2 bulan. Time Hit ini mempunyai jam operasional dari pukul 10 a.m – 10 p.m. Time Hit Coffee ini memiliki suasana vintage yang asri dan nyaman. Selain itu, Time Hit Coffee ini juga berada di lokasi yang strategis di pusat Kota Bogor. Range harga makanan dan minuman yang ditawarkan juga terjangkau yaitu sekitar Rp 13.000 – 30.000,-. Untuk hal promosi Time Hit Coffee melakukan promosinya melalui media sosial dan Time Hit Coffee juga telah siap untuk membuka cabang barunya yang kedua di Kota Bogor yang lokasi nya tidak terlalu jauh dari cabang pertama. Kapasitas dari Time Hit Coffee ini sekitar 30 orang.

Time Hit Coffee mempunyai strategi ketika Time Hit Coffee sedang sepi konsumen yaitu biasanya dia memberikan diskon makanan dan minuman kepada konsumen. Karena menurut owner- nya konsumen banyak yang datang saat malam hari dibandingkan dengan siang hari.

Saya melakukan wawancara dengan owner dari Time Hit Coffee. Owner Time Hit Coffee bernama TB. Tujuan beliau mendirikan Time Hit Coffee adalah karena ia ingin memberikan rasa baru terhadap kopi agar tidak monoton sama dengan café lainnya contohnya disini tersedia minuman yang bernama ice coffee latte strawberry yoghurt.


Owner dari Time Hit Coffee


Menurutnya, pesan kesan dalam mendirikan Time Hit Coffee adalah dengan adanya café ini beliau merasa jadi lebih banyaka channel atau kenalan karena ia dapat bertemu dengan orang- orang baru.

Saya juga mewawancarai  konsumen dari Time Hit Coffee, konsumen yang saya wawancarai bernama Muhammad Ridwan. Ridwan ini sangat senang datang ke Time Hit Coffee karena menu minuman disini berbeda dengan menu minuman di café- café lainnya. Menurutnya, selama ia berkunjung ke Time Hit coffee ia belum menemukan service yang mengecewakan. Namun, ia memberi saran agar Time Hit Coffee memperluas lahan parkirnya.

Konsumen dari Time Hit Coffee



Bogor Leisure Spot - Tradisiku



Batik Tradisiku merupakan salah satu tempat belanja batik khas Bogor. Tradisiku ini sudah berdiri sejak 13 Januari tahun 2008. Pemilik dari Tradisiku ini bernama Bapak Siswaya. Bapak Siswaya ini merupakan orang asli Jogja. Tradisiku ini tidak hanyak menjual batik namun juga menawarkan bagaimana cara membatik.

Saat saya berkunjung ke butik beliau, pak siswaya sedang tidak ada ditempat karena ia sedang pergi untuk melayat orang meninggal. Oleh karena itu, saya melakukan wawancara mengenai Tradisiku bersama dengan kasir dari Tradisiku yaitu Mba Vidya.

Mba Vidya Kasir dari Tradisiku


Mba Vidya merupakan seorang kasir yang telah bekerja beberapa bulan di Batik Tradisiku ini. Namun, ternyata Mba Vidya ini mengetahui banyak hal tentang Batik Tradisiku ini. Job desc dari mba vidya selama bekerja di Tradisiku adalah melayani pembeli yang ingin membeli kain, baju, atau ingin menjahit baju disini yang dimulai dari skala kecil maupun skala besar.

Saya menanyakan kepada Mba Vidya apakah latar belakang Pak Siswaya dalam mendirikan Tradisiku ini. Lalu, mba vidya menceritakan bahwa pada tahun 2006 terjadi gempa besar di Jogja dan terjadi banyak kerugian yang dialami oleh para pengrajin Batik disana. Oleh karena itu, pak siswaya mempunyai keinginan untuk membantu batik jogja dan diboyonglah batik tersebut di Tradisiku.

Salah satu bagian dari Tradisiku


Tradisiku mempunyai jam operasional pukul 08.00 – 16.30. Saat saya berkunjung ke Tradisiku disana sangat terasa sekali dengan suasana rumah dan juga terdapat musik angklung yang terkesan kita sedang berada di daerah Jawa. Tradisiku mempunyai lokasi di Jl. Jalak No 2 Tanah Sarael, Kota Bogor. Harga batik yang dijual disana juga mempunyai range Rp 100000- 450000 ,-. Tradisiku ini juga sudah melakukan berbagai promosi baik melalui mengikuti event- event seperti inacraft dan juga Instagram dengan nama @bogortradisiku. Saat saya mewawancari pihak Tradisiku mengenai competition pun mereka menjawab bahwa memang terdapat banyak usaha sejenis yang menjual batik. Namun, mereka tetap optimis karena mereka merupakan tempat pertama yang menjual Batik Bogor. Kapasitas pengunjung dari Tradisiku menurut Mba Vidya juga tergantung dan kadang juga suka terdapat rombongan yang datang kesana,  contohnya : kunjungan dari Angkatan Udara dan juga Mojang Jajakan Kota Bogor.

Saat saya mewawancarai konsumen yang datang ke Tradisiku yaitu Ibu Yuni, ia merasa nyaman dan memang sudah sering datang ke Tradisiku karena ia merasa senang dengan suasana yang diberikan oleh Tradisiku. Ibu Yuni merasa bahwa Tradisiku memberikan suasana homie sehingga saat ia berkunjung kesana ia merasa saat sedang bertamu. Ibu Yuni juga sangat senang datang ke Tradisiku karena,  sebagai warga Bogor ia merasa bangga karena disini menjual Batik Khas Bogor seperti Kujang, Kijang, dan Teratai. Biasanya, Ibu Yuni juga datang kesini untuk membeli batik untuk dijadikan sebagai Souvenir sekaligus untuk mem- promosikan Bogor.

Ibu Yuni (konsumen dari Tradisiku)



Namun, Ibu Yuni juga merasa bahwa Tradisiku ini mempunyai kekurangan karena tidak berada di jalan protokol (utama). Sehingga, ia mengharapkan agar Tradisiku untuk berada di jalan utama agar semakin banyak orang yang berkujung kesana.





(Foto halaman belakang Tradisiku yang digunakan untuk membuat batik)

Wednesday, October 7, 2015

Wilona #BOGORLEISUREPROJECT



Informan saya kali ini bernama Wilona. Wilona adalah seorang pegawai swasta dari PT. Sampoerna, Bogor. Wilona baru saja pindah ke Bogor dari Pekanbaru karena ia harus bekerja di daerah Bogor. Selama ia tinggal di Bogor ia belum pernah berkunjung ke Kebun Raya Bogor maupun Taman Safari.

Biasanya ia menghabiskan waktu luangnya di cafe- cafe untuk bekerja atau berkumpul dengan teman- temannya. Ia tau mengetahu tempat- tempat wisata di Bogor namun ia hanya sekedar melewatinya saja. Menurut Wilona, pendapatnya tentang tempat- tempat makan yang ia pernah kunjungi kebanyakan tempat makanan di Bogor menawarkan makanan yang tidak sebanding dengan harga yang diberikan dan tempat tersebut hanya menang kenyamanan atau cozy.


foto bersama Wilona

Wilona juga berpendapat bahwa pariwisata di Bogor ia terkadang maish mendengar bad feed tentang tempat tersebut seperti ada yang mengatakan "di Taman Safari tuh ga ada apa- apa", bad feed seperti itu yang membuat Wilona berpikir dua kali untuk kesana. Wilona juga mengatakan mungkin hal tersebut terjadi karena masih kurangnya promo yang menunjukkan keunggulan tempat tersebut.

Sani #BOGORLEISUREPROJECT



Informan saya bernama Sani. Sani ini adalah warga asli Bogor dan ia adalah seorang pelajar SMP. Sani data ke Kebun Raya Bogor bersama keluarga dan saudaranya. Saat saya menemui Sani, ia dan saudaranya sedang berjalan- jalan untuk mencari penyewaan sepeda yang dapat digunakan untuk berjalan- jalan di Kebun Raya Bogor.

foto bersama Sani

Sebagai seorang warga asli Bogor saya menanyakan tempat wisata apa saja yang dapat dijadikan potensi wisata? dan ia menjawab di Bogor itu ada Kebun Raya, Taman Bunga, Taman Safari dan tempat- tempat makan. Sani ini juga sering datang ke Kebun raya bersama temannya karena menurut Sani di Kebun Raya itu enak, sejuk, dan bisa selfie- selfie. 

Informan saya juga mengatakan bahwa wisata di Bogor sendiri sudah banyak berkembang dan tempat- tempat makannya juga enak- enak. Selain itu, dari segi transportasi menurut Sani juga gampang karena di Bogor banyak sekali angkot.

Sadar Kebersihan #BOGORLEISUREPROJECT


Febby bersama temannya


Informan saya kali ini bernama Febby. Febby adalah seorang mahasiswi di 
Universitas Mercu Buana. Febby datang ke Kebun Raya Bogor bersama temannya dengan menaiki kereta. Menurutnya, naik kereta ke Bogor sangat cepat dan tidak perlu takut terkena macet.

Saya menanyakan kepada Febby apakah tujuan Febby mendatangi Kebun Raya Bogor? dan ia mengatakan tujuan Febby datang ke Kebun Raya Bogor adalah ia ingin bermain sambil refreshing untuk mengisi liburan dan Febby ini lumayan sering berkunjung ke Bogor.

foto bersama Febby

Selain itu, saya juga menanyakan kepada Febby bagaimana tanggapan Febby tentang Kebun Raya Bogor? ia menjawab bahwa menurut ia Kebun Raya Bogor itu harus lebih di eksplor lagi karena ia masih melihat banyaknya sampah disekitar Kebun Raya Bogor dan Febby juga meminta orang- orang untuk lebih sadar kebersihan untuk membuang sampah pada tempatnya agar tidak mengotori Kebun Raya Bogor


Family Time #BOGORLEISUREPROJECT



Ibu Titik & anaknya


Informan saya ini bernama Ibu Titik. Saya melakukan wawancara dengan Ibu Titik di Starbucks Mall Botani, Bogor. Ibu Titik ini sudah lama tinggal di Bogor semenjak menikah dengan suaminya. Ibu Titik adalah seorang ibu rumah tangga. Saat saya mewawancarai ibu Titik ia sedang duduk dan mengobrol dengan anaknya.

Ibu Titik ini sangat senang melakukan waktu luang dan akhir pekannya bersama keluarganya di mall atau pusat perbelanjaan. Saat saya tanyakan bagaimana pendapatnya tentang pariwisata di Bogor ia menjawab bahwa pariwisata di Bogor itu masih kurang, contohnya seperti Taman Safari kita mesti bermacet- macetan dulu baru bisa sampai tujuan oleh karena itu ujung-ujungnya pasti ke mall. 


foto bersama Ibu Titik

Saya juga menanyakan bagaimana perkembangan dari kota Bogor dan ibu titik menjawan bahwa di Bogor sendiri perkembangannya sudah lumayan dilihat dari makanan seperti talas bogor sudah banyak di variasikan. Namun, Ibu Titik juga mengatakan bahwa Gunung Salak harus lebih ditingkatkan lagi karena, ia pernah memiliki pengalaman saat sedang di jalan ibu titik di jegat oleh seorang mahasiswa untuk diberi petunjuk menuju Gunung Salak dan Ibu Titik tidak mengetahu bagaimana cara menuju tempat tersebut. Oleh karena itu, ia ingin agar pemerintah Bogor untuk lebih di ekspos lagi karena jika hal tersebut dapat di ekspos lebih baik makan akan menjadikan potensi tersendiri bagi kota Bogor.

Copyright © 2014 ANISAYUNI